Seperti Apakah Pernikahan Impianmu?

Seperti Apakah Pernikahan Impianmu?

pernikahan-impian

Alpermata.com – Tiada yang bisa menduga bagaimana nantinya momen pernikahannya. Akankah pernikahan impiannya semeriah para artis yang terkenal? Atau sedahsyat pesta para raja? atau juga sederhana yang hanya menyediakan makanan apa adanya. Misalnya tempe goreng saja hehe.. seperti yang banyak kisah terjadi khusunya di Indonesia. Tetapi meskipun begitu, tidak ada larangan untuk menginginkan momen indahnya dengan begitu menakjubkan. Meskipun mungkin hanya sebagai hayalan semata. Setidaknya pernah bermimpi.

Biasanya orang yang memiliki mimpi yang besar dia akan berusaha untuk mencapainya dan berusaha terus tanpa ada kata mundur. Pernikahan dengan konsep sederhana tetapi mewah, atau dapat pasangan yang sholeh atau shaliha, atau lainnya. Di dalam islam sangat di anjurkan untuk memiliki mimpi untuk memotivasi kita berusaha dalam mencapai. Dan hal ini tidak di larang asal tidak berlebih-lebihan hingga jika tidak tercapai membuat di stres atau bunuh diri.

Artinya bermimpilah! jangan lupa untuk tetap berserah kepada yang Maha Mencipta. Sekarang banyak orang yang bermimpi untuk menikah mendapatkan suatu hal yang baik dan sesuai keinginan. Tapi nyatanya dia hanya mencari bukan menjadi. Ada kalanya sembari kita mencari kita juga harus menjadi baik terlebih dahulu. Hal yang tidak mungkin jika orang baik bertemu dengan orang yang buruk sifatnya. Kerena bagaimanapun jodoh itu adalah cerminan diri. Coba deh bercermin seketika. Dan lihat dan pandangilah siapa sih diri kita. Disini kita juga harus paham. Gambar diri yang ada di cermin itu akan mengikuti bagaimana pergerakan kita. Lakukan sesuatu maka gambaran diri juga ikut.

Jika kita ingin seseorang yang pemaaf misalnya. Kita harus juga bisa menjadi pemaaf. Dan mungkin ini terlihat sulit mengubah kebiasaan lama. Tetapi berusaha dan bergabung dengan orang-orang yang kita anggap pemaaf maka hal ini akan mudah pengaruhnya. Ada yang bilangan pasangan kamu itu adalah penyempurna kekuranganmu. Benar sih! kerena jodoh itu tidak pernah salah dalam memilih. Di sesuaikan dengan sifat kita. Kan kasian bukan jika ada seseorang yang baik dan kemudian dia menikah dengan orang yang kurang baik akhlaknya. Mungkin suka mukul atau suka kasar. Sangat di sayangkan bukan.

jodoh cerminan diri

Jika kamu menyukai seseorang agar kamu tidak kecewa coba bercermin dulu. Setelah ternyata kamu lebih banyak kurangnya, jangan takut masih ada waktu untuk kamu perbaiki diri. Seperti halnya ilmu menejemen yaitu dengan menguji analisi SWOT. Jika lebih banyak keunggulan yang kita miliki untuk mendapatkan hal ini akan lebih mudah jalannya. Tetapi jika kelemahan kita lebih banyak dari pada kelebihan kita. Maka lebih besar kekecewaan yang akan kita terima. Tetapi tetap saja takdir Allah yang lebih baik dalam menentukan siapa yang terbaik untuk kita.

Buat kamu yang sudah ada niat untuk menikah. Maka menikahlah jangan menunda-nunda. Jangan menunggu mapan, menunggu kaya, menunggu dan menunggu. Coba deh bayangkan kalau hidup kamu di penuhi dengan menunggu. Bosan tidak sih? so pasti rasa bosan itu muncul dan ingin segera lepas dari kata menunggu. Banyak juga yang mengatakan kurang siap mental, takut gagal. Coba lihat banyak orang yang masih muda di bawahan kamu. Mereka saat ini sudah membangun rumah tangga.

Yang namanya hal baru meskilah harus belajar. Kerena belajar itu sampai akhir hayat. Misalnya kurang pandai dalam memiliki kuliner atau memasak makanan. Hal ini harus di pelajari. Dan gak jarang banyak yang menikah muda yang dari awal tidak tau apa-apa saat ini keluarganya sakinah mawaddah warohmah. Yang namanya menunggu dewasa itu tidak dengan umur saja. Tetapi dewasa itu bisa di ciptakan dengan lingkungan yang mendukung. Banyak juga yang nikah sudah sama-sama mapan tetapi berakhir dengan pertengkaran bahkan perceraian.

Jadi Pernikahan impian itu bukanlah banyak menunggu. Tetapi ada kalanya kita juga di suruh untuk memilih. Kerena rumah tangga yang baik tumbuh dari cinta dan kasih sayang. Meskipun ada pertengkaran mereka saling menjaga dan saling melengkapi. Agar pernikahan tetap tumbuh dengan cinta haruslah di landasi dengan agama. Kerena saat kita berusaha kita juga harus berserah diri dengan menjalankan ibadah – ibadah.