Seperti Apakah Dirimu Dimata Orang Lain? Kamu Bisa Tanyakan Kepada Orang Terdekatmu

Seperti Apakah Dirimu Dimata Orang Lain? Kamu Bisa Tanyakan Kepada Orang Terdekatmu

seperti apakah dirimu dimata orang lain Alpermata.com – Sobat, mau tau seperti apakah dirimu di mata orang lain? untuk menjawabnya kamu tidak bisa hanya menebak-nebak. Yang akan mengakibatkan berburuk sangka. Sekian banyaknya orang yang pernah kamu jumpai tidak cukup. Kamu juga harus menanyakan kepada teman dekatmu, keluargamu, atau orang yang sering di sekitarmu. Berpikir simpel saja, jika sesuatu kebaikan yang sudah kamu tanamkan kepada orang lain. Maka tidak akan jauh-jauh hasilnya akan menjadi baik. Tetapi jika kamu tanamkan sesuatu yang buruk maka buruk pulalah penilaian orang. Jangan salahkan orang lain yang menilaimu buruk. Coba tanyakan pada dirimu seperti apa sikapmu selama ini. Mungkin komentar orang yang membuatmu sadar. Atau kata cacian yang baru kamu sadari bahwa dirimu telah melakukan hal yang buruk. Tetapi ketahuilah hanya orang-orang pilihan yang menetap bersamamu meskipun sikapmu belum juga berubah. Misalnya keluarga apalagi seorang ibu. Hal yang gak mungkin menjauhimu meskipun kamu buruk. Senyumnya bahkan kebahagiaannya akan kurang tanpa kehadiranmu. Terkadang kamu sudah melukainya dengan berkata kasar atau malah hal yang lebih keras lagi. Tetapi rasa maafnya akan selalu ada buatmu sampai kapanpun. Meskipun kamu melihat di marah, ketahuilah dia tetap memaafkanmu dalam waktu sekejab. Mungkin kalau kamu marah kamu lupa dengan kondisi ibu kamu. Tapi kalau ibu selalu ingat denganmu dimanapun ia berada. Seperti halnya makan kuliner kesukaan kamu. Ibu akan merasa sedih bila tanpa mu. Begitu juga saat kamu sudah pergi jauh dan mulai mencari kehidupan yang baru. Misalnya kamu ingin menikah dan acara kamu akan di gelar mewah. Yakinlah orang yang paling capek di situ adalah ibu dan keluarga. Demi kamu, mungkin acara kamu bisa berjalan dengan hidangan catering yang mewah dan menu yang di sajikan begitu nikmat. Itu semua dari ibu dan keluarga yang mau melihat kamu bahagia. Coba saja kamu memperlakukan orang lain sama halnya seperti keluarga. Yakin deh sekali dua kali mungkin dia masih bisa memaafkanmu tetapi jika sudah tiga kali kamu bakal di tinggalin maupun di jauhin. Kamu adalah makhluk sosial yang membutuhkan banyak orang. Jadi jangan katakan kamu mampu tanpa orang lain. Kamu juga perlu mendengarkan kata orang yang mungkin bisa menjadi bahan intropeksi buat kamu. Misalnya kamu adalah seorang chef tentunya yang menghasilkan makanan dan menu-menu baru. Seperti rasa kuliner yang kamu sajikan harus membutuhkan banyak orang yang menilai masakan kamu. Dan setelah berapa kali refisi maka menu kamu akan di minati banyak orang kerena kualitas rasa. Misal rasa dari kerapu sambal pecak yang baru saja kamu olah. Dan bisa jadi karyawan mengatakan nikmat begitu juga bos kamu dan kamu membutuhkan juga masukan dan komentar dari mereka tentang kekurangan menu ini. Kurang garam, kurang pedas, kurang rapuh hal itu merupakan komentar yang bisa membantu kamu untuk memperbaiki masakanmu. Setelah berhasil maka kamu akan di katakan chef handal. Seperti ini jugalah kehidupan yang sesungguhnya. Nah, buat kamu yang ingin tau seperti apakah kamu dimata orang lain. Kamu bisa tanyaka langsung kepada orang-orang terdekat kamu. Dan kamu juga bisa tanyakan alasan mengapa mereka masih bertahan dekat dengan kamu. Hal ini akan membantu kamu untuk intropeksi diri. Dengan komentar maupun masukan yang mereka berikan jangan kamu pandang negatif saja. Coba buka hal yang positif, tanpa itu kamu mungkin tidak akan berubah.